Musabaqoh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) 2021

Doc//PRNUCangkring. RABU, 10 Maret 2021

Kejuaraan RMI NU Pencak Silat Pagar Nusa BWI//, yang digelar pada tanggal 04 s/d 07 Maret 2021. Sejak 3 bulan terakhir Pencak silat Pagar Nusa Ranting Cangkring berdiri Alhamdulillah sudah ikut berpartisipasi mengirimkankan 6 orang atlet cilik yang terdiri dari 4 orang laki-laki, 2 orang perempuan. Walhasil dalam babak akhir musabaqoh tersebut peserta putri memenangkan juara 3.  Alhamdulillahirrobilalamiin.

Penyerahan Piala Musabaqoh RMI Oleh Ketua Ranting NU Cangkring,

Dalam hal ini Mas Farhan Lahuda Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Rogojampi ditempat latihan pagar nusa cangkring, dihadapan para santri santrinya membuka acara sekaligus memberikan sambutan dengan menyemangati santri santri dalam belajar/latihan kedepannya lebih giat dan semangat yang tinggi agar semua menjadi juara. Anak anak antusias dan bertepuk tangan.

Selanjutnya Mas Farhan Lahuda memberikan waktunya kepada Ketua Ranting NU Cangkring, untuk menyerahkan piala kepada (sdri, Fina Alfi Ayu Fariha) sebagai juara 3.  sekaligus memberikan wejangan . Beliau sampaikan Apresiasi & terima kasih yang sedalam dalamnya kepada Ketua dan anggota PAC PSNU yang telah mendidik anak-anak selama ini, beliau menekankan pentingnya akhlaq dalam belajar dan mengajar “ojo mentang mentang biso silat, terus kurang ajar seng nduwe akhlaq ambi wong liyo, lebih-lebih ambi wong tuwek” ( red.jangan mentang mentang bisa silat, terus kurang ajar tidak punya akhlak kepada orang lain, terlebih kepada orang tua). Di Akhir pesan beliau kepada anak anak agar tetap semangat berlatih dengan harapan kelak menjadi pemuda pemudi penerus perjuangan para ulama` serta menjadi pagar – pagar NU dan NKRI. Amiin. Selesailah sudah acara penyerahan piala dengan diakhiri dengan Do`a Oleh : Bpk. Mustofa selaku Suryah Ranting NU Cangkring.

Dokumentasi Penyerahan Piala

PUNCAK HARLAH NU TAHUN 2021

Banyuwangi, Sabtu 27 februari 2021

Dok.PRNU Cangkring 2021, HARLAH NU tahun 2021, Pengurus LAZISNU MWC Kecamatan Rogojampi bekerjasama dengan Ranting NU disejumlah desa di kecamatan rogojampi, memberikan paket sembako serentak, Tak ketinggalan Lazisnu Ranting NU Cangkring juga turut serta dalam acara tersebut. Sesuai Jadwal pelaksanaan, tepat jam 1 siang di halaman masjid Nurul Huda Cangkring, Pengurus Lazis MWC Rogojampi Bpk. Ridwan bersama rombongan disambut oleh Bpk. M. Rofiq Cahyono selaku ketua dan jajaran pengurus ranting NU Cangkring, Kepala dusun ,serta tokoh masyarakat.

Acara di mulai dengan pembacaan tahlil bersama dengan penuh hikmat dan diakiri dengan Do`a.

Selanjutnya sambutan dari Ketua Lazis MWCNU kecamatan rogojampi, Beliau menyampaikan tidak panjang lebar dalam sambutan tersebut, harapannnya kepada generasi muda agar kegiatan semacam ini akan dilanggengkan selamanya. dan sampailah sudah diacara inti Pentasyarufan paket sembako kepada mustahik.

alhamdulillah selesailah sudah acara tersebut dan berjalan dengan lancar semoga berkah, amiin

Dokumentasi pelaksanaan pembagian Paket sembako di masjid Nurul Huda Cangkring.

Kunjungi juga dekumentasi kegiatan Ranting NU Cangkring, Klik disini

Ucapan Selamat Harlah NU Ke-95 Tahun 2021

Minggu, 31 Januari 2021

Dalam rangka memperingati Hari Lahir atau Harlah NU (Nahdlatul Ulama) ke-95, Ranting NU Cangkring  mengucapkan “Selamat hari lahir Nahdlatul Ulama ke-95 tahun 2021 “ dengan mengadakan bakti sosial berupa santunan berupa paket sembako kepada mustahik melalui Koin Peduli Sesama Lazisnu dsn cangkring. Acara ini digelar dihalaman Masjid Nurul Huda dihadiri oleh Ketua Ranting NU, Kepala Dusun, Ketua LazisNU serta sejumlah tokoh masyarakat termasuk rekan muda dari Ansor dan lazisnu.

Hindari Akhlak Yang DiBenci Allah.

Menghadapi penentang kebenaran yang mata, telinga dan mulutnya berfungsi tetapi sebenarnya buta, tuli dan bisu adalah tantangan yang luar biasa dan menguras emosi, kesabaran, kecerdasan, tenaga, waktu dan iman bagi orang yang mencoba bicara rational dan intelektual pada mereka. Karena didalam konsep berpikir penentang kebenaran itu, ada ke kurang ajaran dan melecehkan yang harus dihadapi, […]

Hindari Akhlak Yang DiBenci Allah.

Musker Ranting & Lazis NU dusun Cangkring Desa Pengatigan Kec. Rogojampi – Banyuwangi

Musolla Al-Latif dsn. Cangkring. Sabtu Mlm Minggu 11 Juli 2020. Ranting dan Lazis NU dusun Cangkring Desa Pengatigan menyelenggarakan Musyawarah kerja (musker).

Para tokoh yang hadir dalam acara tersebut : Ust.Kahfi, Ust.Junaidi, M. Rofiq Cahyono,SH, Slamet Edy Supriyadi,SH, H. Muhammad Ali,ST, Supatah Marhentoro,S.Pd, H.Muhyidin, H.Sabrudin, H.Mastur, Guntur(kadus) serta para pengurus muda lazis.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh semua pengurus pengurus baru ranting dan Lazis NU dusun cangkring serta tak ketinggalan Bapak Mulyadi, SE Kepala desa pengatigan / pengurus ranting lama . dalam sambutanya beliau menyambut baik keberadaan NU di desa pengatigan khususnya didusun cangkring ini.

Tidak panjang lebar dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya kerukunan antar warga dan keamanan yang ada di dusun cangkring.

Dalam sambutan terakhirnya beliau menitipkan NU ini kepada generasi muda dan yang sudah terpilih baik di ranting ataupun di lazis agar mengoftimalkan kinerja, selalu mejaga kekompakan dalam berorganisai, beliau optimis dibawah kepengurusan generasi muda NU di cangkring akan maju. detik terkhir dalam sambutanya beliau menyerahkan kepengurusan NU kepada sahabat kita M.Ropiq Cahyono, SH sebagai ketua ranting NU dusun cangkring. setelahnya beliau mengakhiri sambutan dan tidak bisa mengikuti acara musker sampai akhir di karenakan adanya acara yang tidak bisa beliau tinggalkan.

Selanjutnya acara inti di mulai yaitu musker (musyawarah kerja) Ranting dan Lazis NU dusun cangkring yang di pandu oleh M. Ropiq Cahyono. SH sebagai ketua ranting sekaligus moderator. serangkaian draf kerja baru dipaparkan dan di olah oleh semua peserta walhasil disetujui dalam forum tersebut, menitik beratkan pada kegiatan sosial yang akan disponsori oleh sahabat-sahabat dari lazis. kesepakatan ini di amini oleh H. Muhammad Ali, ST sebagai ketua lazis yang baru. //dokrcnu

Reshuffle Pengurus Ranting NU Dan Pembentukan Pengurus Lazis NU Dsn.Cangkring Desa Pengatigan Rogojampi Banyuwangi.

Pengurus Ranting Nahdhatul Ulama Dusun  Cangkring Desa Pengatigan, Rabu (01/07/2020) melaksanakan Reshuffle (perombakan) kepengurusan, bertempat di Musolla Al-Latif dsn. Cangkring.

Reshuffle kepengurusan adalah suatu perombakan struktur kepengurusan dalam organisasi ranting NU dengan tujuan untuk optimalisasi program kerja dari pengurus ranting NU dusun Cangkring. Reshuffle pengurus dihadiri oleh pengurus MWC NU kecamatan rogojampi, Kepala desa pengatigan, pengurus ranting, pengurus Ansor, kepala dusun serta tokoh masyarakat dusun Cangkring.

Selajutnya serangkaian acara dibacakan oleh pembawa acara Supatah Marhentoro, S.P.d  dengan di awali membaca fatehah dan setelahnya sambutan dari kepala Desa Pengatigan Mulyadi, S.E sekaligus ketua tanfidziyah ranting NU Dusun Cangkring. Kades menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti himbauan pemerintah demi kemaslahatan bersama.

Pengajian rutinan ini merupakan awal pengajian pada era new normal, Alhamdulillah acara pengajian berjalan sesuai harapan , tertib dan lancar serta warga taat dan mengikut anjuran pemerintah dengan memperhatikan standart protokol kesehatan yang mana mereka memakai masker, dan pengurus pengajian mempersiapkan masker untuk anggota yang datang tidak memakai masker.

Selanjutnya  sambutan dari Rois Syuriyah MWC NU Kyai Fathur Rozaq (Pengasuh Ponpes Roudlotul Alfiyah Lugjag Pengatigan) memberikan tausiyah teekait ke-NU-an, pada kesempatan tersebut beliau mewanti-wanti warga NU agar tetap menjaga kerukunan dan kekompakan dalam situasi era digital yang syarat dengan isu-isu dan berita bohong atau hoax. Beliau juga menghimbau bahwa para ulama dari kalangan kyai dan habaib harus merapatkan barisan dalam menjaga keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila dari rongrongan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.  Diakhir tausiyah beliau menyampaikan perlunya struktural ke NU an, beliau paparkan dengan sangat detil dan rinci.

(Baca juga : https://rantingnudsncangkring.wordpress.com/2020/04/04/mengenal-lebih-dekat-nu-struktur-organisasi-lembaga-dan-badan-otonom/)

Sampailah pada puncak acara yaitu musywarah perombakan/Reshuffle pengurus ranting NU dan pembentukan pengurus Lazis NU ranting dipandu oleh sdr Rofiq,S.H. sebagai moderator beliau menyampaikan bahwa pentingnya warga NU untuk memahami apa hakikat NU itu tidak hanya ikut-ikutan saja. Beliau menegaskan maksud dan tujuan perombakan kepengurusan ranting NU dan pembentukan pengurus Lazis NU adalah khidmat melayani ummat atau masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan. Beliau menyebutnya dengan istilah laden-ladeni ummat. Selanjutnya beliau membacakan nama-nama calon pengurus baru priode 2020-2024 yang telah dibentuk oleh team yang di saksikan oleh:

K. Imam Mas’ud Arifin selaku mustasyar MWC NU, dan Ade Faktur Rozi bendahara MWC NU Rogojampi.

Alhamdulillah acara selesai dan berjalan dengan baik dan diakhiri dengan do`a oleh Mustasyar MWC NU Rogojampi K. Imam Mas’ud Arifin.

Selamat berjuang.

.

TEKUN BERIBADAH DAN GIAT BEKERJA

Ach. Favian Asyiqi
Kamis, 27 November 2014

PRIBADI YANG TEKUN BERIBADAH DAN GIAT BEKERJA

Banyak orang hanya menghabiskan waktu untuk bekerja dan berusaha. Pagi hari kerja, siang kerja, sore kerja, malam pun masih juga mengurus pekerjaan. Hanya sedikit waktu yang ia luangkan untuk beribadah. Hampir semua waktunya hanya untuk pekerjaan. Bahkan untuk shalat jum’at pun ia sering ketinggalan hanya karena urusan usaha dan pekerjaan. Padahal di dalam Al-Qur’an kita telah diperintahkan untuk membagi waktu. Pada waktu kerja, kita bekerja, pada waktu usaha kita berusaha dan pada waktu ibadah kita segera beribadah.

Banyak orang hanya menghabiskan waktu untuk bekerja dan berusaha. Pagi hari kerja, siang kerja, sore kerja, malam pun masih juga mengurus pekerjaan. Hanya sedikit waktu yang ia luangkan untuk beribadah. Hampir semua waktunya hanya untuk pekerjaan. Bahkan untuk shalat jum’at pun ia sering ketinggalan hanya karena urusan usaha dan pekerjaan. Padahal di dalam Al-Qur’an kita telah diperintahkan untuk membagi waktu. Pada waktu kerja, kita bekerja, pada waktu usaha kita berusaha dan pada waktu ibadah kita segera beribadah.

Allah SWT berfirman:


يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلَوةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوْا الْبَيْعَ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْأَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللهِ وَاذْكُرُ اللهَ كَثِيْرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S. Al-Jumu’ah: 9-10)

Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa ada dua tugas utama yang harus diperhatikan oleh manusia yaitu hablumminallah (hubungan kita dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan kita dengan sesama manusia). Hubungan dengan Allah dapat ditunjukkan dengan beribadah kepada Allah dan hubungan dengan sesama manusia dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari termasuk di dalam bekerja, mencari karunia Allah di muka bumi ini.

Di dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 dijelaskan bahwa ketika telah masuk waktu shalat Jum’at, maka segeralah kita menuju masjid untuk mengerjakan shalat Jum’at dan meninggalkan jual beli meskipun masih banyak pelanggan kita yang sedang memilih ataupun menawar barang kita. Kita harus bisa mengesampingkan hal-hal yang dapat melalaikan kita dari melaksanakan ibadah kepada Allah. Sedangkan pada ayat ke-10 di atas dijelaskan bahwa ketika kita sudah selesai beribadah kepada Allah, maka kita diperintahkan untuk sesegera mungkin bekerja keras di muka bumi ini untuk mencari karunia yang sudah disediakan oleh Allah SWT di hamparan bumi yang luas ini. Kita diperintahkan untuk tidak saling berebut tempat untuk bekerja, tetapi kita diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi ini, mencari tempat kerja yang sesuai dengan bidang keahlian kita, yang sesuai dengan profesi kita. Bila kita seorang pengerajin, maka hendaknya kita menekuni bidang kerajinan kita; bila kita seorang pedagang mutiara maka hendaknya kita mendalami hal-hal yang berkaitan dengan mutiara dan bagaimana memasarkannya; bila kita seorang pengusaha hendaknya kita tekun dalam berusaha; bila kita sebagai guru, hendaknya kita serius dalam mengajar dan mendidik siswa. Apapun pekerjaan dan profesi kita hendaknya kita lakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam pekerjaan kita; dapat memenuhi kebutuhan kita sehari-hari; dapat menghidupi anak, istri, dan keluarga kita; dapat memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita; dan dapat membahagiakan seluruh anggota keluarga kita.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja dengan penuh semangat, bersungguh-sungguh, tekad yang kuat dan istiqomah dalam pekerjaannya. Serta memiliki etos kerja yang tinggi.

Semangat kerja seorang muslim tidak dipengaruhi oleh apapun dan siapapun. Seorang muslim bekerja dengan kesadarannya sendiri bukan karena ingin dipuji oleh orang lain, bukan karena ingin dinaikkan pangkatnya oleh atasan, bukan ingin ditambah gajinya oleh pimpinan, bukan pula untuk memamerkan kemampuannya kepada rekan kerjanya. Tetapi seorang muslim itu bekerja semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah SWT. Bekerja dengan penuh semangat, memiliki etos kerja yang tinggi, bekerja dengan kesadaran sendiri, bekerja tanpa perintah ataupun pengawasan orang lain. Karena ia yakin dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi.

Seorang muslim tidak mau menunda-nunda pekerjaan, karena semakin dia menunda-nunda pekerjaan semakin banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Tiada hari tanpa kerja, tiada hari tanpa usaha, tiada hari tanpa ibadah, dan tiada hari tanpa berdo’a. Seperti inilah seorang muslim berpikir demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Di samping itu, seorang muslim juga menyakini bahwa tidak akan ada yang tahu nasibnya besok, apakah dia masih sehat, apakah dia masih bisa bekerja, apakah dia masih bisa melihat, apakah dia masih bisa bernafas, ataukah dia akan terbaring sendirian di dalam kubur. Tidak ada satu makhlukpun yang tahu. Oleh karena itu, seorang muslim tidak mau menyia-nyiakan anugerah kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya. Ia selalu mensyukuri setiap nikmat yang diberikan kepadanya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, beribadah kepada-Nya, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Hal ini juga berpengaruh terhadap kinerjanya di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dia akan bekerja dengan penuh semangat, bekerja dengan niat yang ikhlas, tanpa mengharapkan pujian ataupun imbalan apapun sebagai rasa syukur dan terima kasihnya kepada sang pimpinan yang telah memberikannya kesempatan untuk bekerja.
Ketika suatu pekerjaan sudah selesai, maka beralihlah ke pekerjaan yang lain. Jangan sampai kita terlena karena kita sudah menyelesaikan satu pekerjaan. Kita jangan mengikuti budaya orang-orang barat yang sering membuang-buang waktunya untuk kesenangan yang bersifat semu.

Cobalah kita bandingkan etos kerja orang barat dengan etos kerja para sahabat. Selama ini kita sering mengagung-agungkan etos kerja orang barat, selama ini kita menganggap orang baratlah yang paling pandai mengatur waktu sehingga kita sering mendengar istilah management of time yang digembar-gemborkan oleh orang-orang Barat. Padahal statement yang mereka keluarkan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka lakukan. Memang kita akui bahwa orang-orang barat itu sangat menghargai waktu, selalu tepat waktu dalam setiap kegiatan, selalu on time. Tapi, ada sisi lain yang jarang kita perhatikan. Yaitu ketika mereka telah selesai mengerjakan suatu pekerjaan, proyek, dan sebagainya, mereka selalu berpoya-poya, berhura-hura, mendatangi tempat-tempat hiburan, minum-minuman keras, berpesta pora, dan melampiaskan segala hawa nafsunya yang sempat tertahankan selama ia bekerja. Naudzubillahi min dzaalik.

Apakah etos kerja seperti ini yang kita bangga-banggakan, baru menyelesaikan satu pekerjaan, mereka langsung menghabiskan waktu dengan pesta pora. Apakah ini yang harus kita contoh? Apa ini yang kita jadikan pengangan? Inikah yang selalu kita banggakan? Tentu tidak kan?!
Sekarang coba kita perhatikan bagaimana seorang sahabat memanfaatkan seluruh waktunya.

Sebagai contoh, Imam Syafi’i. Coba kita renungkan, bagaimana Imam Syafi’i memanfaatkan seluruh waktunya untuk beribadah, untuk bekerja, dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
Imam Syafi’i setiap hari bisa mengkhatamkan Al-Qur’an, bahkan di bulan puasa beliau bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali sehari. Di samping itu, beliau juga aktif mengarang kitab, mengajar ilmu agama, berdakwah, beribadah pagi, siang, dan malam, serta tetap berusaha, menggembala kambing untuk menghidupi keluarganya.

Subhanallah Semua aktifitas itu beliau kerjakan dengan profesional.
Seperti inilah sebenarnya orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Tidak kenal lelah, tidak pantang menyerah, tidak menyia-nyiakan waktunya. Selesai satu pekerjaan beralih ke pekerjaan yang lain. Hal ini tentu didasari oleh pemahaman beliau terhadap petunjuk-petunjuk yang ada di dalam Al-Qur’an, di antaranya ialah firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 7 yang berbunyi:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ


“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahwa tidak ada waktu untuk berleha-leha, tidak ada waktu untuk berpesta pora, tidak ada waktu untuk memamerkan pekerjaannya, tidak ada waktu untuk memuji hasil karyanya, dan tidak terbuai dengan pujian orang lain. Selesai mengerjakan suatu urusan, kita diperintahkan untuk bersungguh-sungguh mengerjakan urusan yang lain. Seperti inilah seharusnya seorang muslim bekerja. Bekerja tanpa perintah atau pengawasan orang lain, bekerja tanpa mengharapkan imbalan, bekerja tanpa mengharapkan pujian dari orang lain, bekerja dengan penuh semangat, memiliki etos kerja yang tinggi, serta profesional dalam bekerja.

Inilah semangat dan etos kerja yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Bekerja semata-mata mengharapkan keridhoan Allah, bekerja sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bekerja bukan hanya untuk menimbun harta benda dan kekayaan, tetapi bekerja untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, dan untuk orang lain serta bekerja keras tanpa melalaikan ibadah kepada Allah SWT.

Wallahu A’lamu Bishshawaab.

Mengenal Lebih Dekat NU: Struktur Organisasi, Lembaga dan Badan Otonom

Struktur Organisasi NU

  1. Pengurus Besar (tingkat Pusat)
  2. Pengurus Wilayah (tingkat Provinsi)
  3. Pengurus Cabang (tingkat Kabupate/Kota) dan Cabang Istimewa (Luar Negeri)
  4. Pengurus Majelis Wakil Cabang/MWC (tingkat Kecamatan)
  5. Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan)

Untuk Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:

  1. Mustasyar (Penasehat)
  2. A’wan (Pertimbangan)
  3. Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
  4. Tanfidziyah (Pelaksana harian)

Hingga akhir 2009, jaringan organisasi NU meliputi:

  1. 33 Wilayah
  2. 457 Cabang
  3. 14 Cabang Istimewa
  4. 4630 Majelis Wakil Cabang
  5. 125 Ranting

Lembaga NU

Lembaga adalah perangkat departementalisasi organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama, berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan/atau yang memerlukan penanganan khusus.

  1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama disingkat LDNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan agama Islam yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah.
  2. Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama disingkat LP Maarif NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang pendidikan dan pengajaran formal.
  3. Rabithah Ma’ahid al Islamiyah Nahdlatul Ulama disingkat RMI NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.
  4. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama disingkat LPNU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama.
  5. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama disingkat LPPNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pengelolaan pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup.
  6. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama disingkat LKKNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kesejahteraan keluarga, sosial dan kependudukan.
  7. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama disingkat LAKPESDAM NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di  bidang pengkajian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
  8. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama disingkat LPBHNU, bertugas melaksanakan pendampingan, penyuluhan, konsultasi, dan kajian kebijakan hukum.
  9. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama disingkat LESBUMI NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang pengembangan seni dan budaya.
  10. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama disingkat LAZISNU, bertugas menghimpun, mengelola dan mentasharufkan zakat dan shadaqah kepada mustahiqnya.
  11. Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama disingkat LWPNU, bertugas mengurus, mengelola serta mengembangkan tanah dan bangunan serta harta benda wakaf lainnya milik Nahdlatul Ulama.
  12. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama disingkat LBMNU, bertugas membahas masalah-masalah maudlu’iyah (tematik) dan waqi’iyah (aktual) yang akan menjadi Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  13. Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama disingkat LTMNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.
  14. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama disingkat LKNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kesehatan.
  15. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama disingkat LFNU, bertugas mengelola masalah ru’yah, hisab dan pengembangan ilmu falak.
  16. Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama disingkat LTNNU, bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku serta media informasi menurut paham Ahlussunnah wal Jamaah.
  17. Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama disingkat LPTNU, bertugas mengembangkan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama.
  18. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama disingkat LPBI NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dalam pencegahan dan penanggulangan bencana serta eksplorasi kelautan.

Badan Otonom NU

sumber : http://banyuwangi.nu.or.id/

Badan Otonom disingkat Banom adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

Badan Otonom dikelompokkan dalam katagori Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, dan Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya.

Jenis Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu adalah:

(1) Muslimat Nahdlatul Ulama disingkat Muslimat NU untuk anggota perempuan Nahdlatul Ulama.

(2) Fatayat Nahdlatul Ulama disingkat Fatayat NU untuk anggota perempuan muda Nahdlatul Ulama berusia maksimal 40 (empat puluh) tahun.

(3) Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama disingkat GP Ansor NU untuk anggota laki-laki muda Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 40 (empat puluh) tahun.

(4) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU untuk pelajar dan santri laki-laki Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun.

(5) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU untuk pelajar dan santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun.

(6) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia disingkat PMII untuk mahasiswa Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 30 (tiga puluh) tahun.

Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya:

(1) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah disingkat JATMAN untuk anggota Nahdlatul Ulama pengamal tarekat yang mu’tabar.

(2) Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh disingkat JQH, untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi Qari/Qariah dan Hafizh/Hafizhah.

(3) Ikatan Sarjana Nahdlalul Ulama disingkat ISNU adalah Badan Otonom yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok sarjana dan kaum intelektual.

(4) Serikat Buruh Muslimin Indonesia disingkat SARBUMUSI untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai buruh/karyawan/tenaga kerja.

(5) Pagar Nusa untuk anggota Nahdlatul Ulama yang bergerak pada pengembangan seni bela diri.

(6) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama disingkat PERGUNU untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai guru dan atau ustadz.

(7) Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama disingkat SNNU untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai nelayan.

(8) Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdaltul Ulama disingkat ISHARINU untuk anggota Nahdlatul Ulama yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan shalawat.

Sumber: Buku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Center Board Of Nahdlatul Ulama) https://jatman.or.id/ dan nu.or.id

Cegah Corona, Ranting NU Cangkring Semprot Disinfektan (Bagian 2)

Cangkring Selasa, 31 Maret 2020

Sesuai amanat dan maklumat PCNU Banyuwangi, Ranting NU Cangkring dengan sigap dan tanggap bekerja sama dengan pemerintah desa Pengatigan melaksanakan penyemprotan disinfektan, kali ini penyemprotan dilakukan dengan sekala seluruh wilayah dusun cangkring, di gang gang rumah warga, parit dll. tidak seperti penyemprotan tahap awal hanya fokus pada tempat Ibadah dan Pendidikan saja seperti Masjid, Mushola, serta TPQ saja, pelaksanaan dimulai sehabis sholat ashar yang melibatkan pemuda NU serta masyarakat dusun cangkring. (Bersambung)

tidak hanya penyemprotan kami juga memasang kran-kran air bersih lengkap dengan sabun, di tengah dan sudut kampung agar masyarakat sadar dan mau mencuci tangan sesering mungkin untuk menghambat penyebaran viruscorona.

Semoga dengan Do`a dan Ikhtiar dusun kami cangkring terhindar dari viruscorona. aamiin

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai